• SDIT AL FATIH CIGOMBONG
  • Cinta Ilmu Cinta AL Qur'an

PARENTING ISLAMI

Pengertian Parenting Islami 

Parenting Islami adalah cara mengatur pola pengasuhan anak dalam proses tumbuh kembangnya yang tak luput menyesuaikan dengan ajaran islam, yang mendasari dari Al-Qur’an dan sunah Rasulullah SAW.

Parenting ini bertujuan untuk menjadikan anak mempunyai tonggak pendidikan agar menjadi manusia yang mempunyai akhlak sesuai anjuran agama islam, karakter mulia dan menjadi generasi pantang menyerah juga memupuk diri kebaikan sejak dini. Dan tugas orang tua adalah menyeimbangkan pola tersebut dengan anak, agar anak pun mudah memahami apa yang ia pelajari kedepanya.

 

Kewajiban Tanggung Jawab Orang Tua Kepada Anak

  1. Merawat dan mendidik dengan  pendidikan Islam
  2. Memberi anak pendidikan intelektual
  3. Memberi anak perlindungan
  4. Memberi nafkah kepada keluarga dan anak
  5. Memberi kasih sayang

 

Jenis-jenis parenting : 

  • Otoriter

Gaya disiplin otoriter dengan menyimpan harapan yang sangat tinggi akan tingkah laku anak. Sering kali jauh melebihi apa yang bisa mereka lakukan. Lebih jelasnya anak-anak seharusnya bertingkah laku secara efektif sama seperti orang dewasa.

  • Permisif 

Disiplin permisif adalah istilah yang “kurang baik” karena orang tua yang permisif lebih membebaskan anaknya, tanpa pendisiplinan. Misalnya seperti “Ah maklum ya bu.. dia kan masih kecil, jadi gak bisa nahan makannya, biar saja yang penting dia senang”, biasanya orang tua takut bila anaknya menangis karena orang tua merasa sayang, tetapi jika menyayangi secara berlebihan pun tidak baik.

  • Otoritatif

Metode ini diterapkan seperti otoriter 50% + permisif 50% dan menerapkan dengan sangat berhati-hati ketika mengasuh dan mengendalikan kemauan anak.  Orang tua lebih memilih pada realistis. Orang tua tidak takut jika anaknya menangis, namun ketika anak mereka menangis, sering kali karena proses pendisiplinan, mereka lebih menawarkan kenyamanan tetapi disiplin.

  • Mindful 

Metode ini lebih mengedepankan kesadaran orang tua dalam mendidik anak dengan cara penuh perhatian dan berempati, mengendalikan emosi saat bersama anak, dan tidak menghakimi diri sendiri dan orang lain.

  • Islami 

Agar terjunjungnya metode parenting Islami, dengan mencontohkan tentang kisah dalam islam sebagai panutan dan menanamkan rasa kecintaan kepada Allah SWT juga Rasul-Nya. Yang akan saling terhubungnya komunikasi yang baik di dunia maupun di akhirat kelak. Dan tidak lupa, untuk mengasah kemampuan anak menjadi pribadi yang religius dan berkarakter mulia.

 

 

Karakter Sebagai Tonggak Pendidikan

Tahapan memupuk akidah dalam diri anak adalah kewajiban setiap orang tua muslim agar hatinya selalu teringat akan kebesaran yang Allah punya, dan mengamalkan dengan penuh keikhlasan, agar anak menjadi pribadi yang tangguh. Yang diantaranya:

  • Akidah dan Agama

Akidah menjadi sebuah tonggak yang sangat penting dalam menjalani hidup, untuk mengajari anak. Memang mempelajarinya tidak secara langsung, harus secara pelan-pelan agar anak mudah memahami dengan memulai untuk mengajak anak berbicara tentang alam semesta, lalu diarahkan dengan penyimpulan yang mengukuhkan keimanannya. Setelah itu kita manfaatkan untuk membangkitkan agar anak selalu ingat akan rahmat dan kasih sayang-Nya, dengan berpegang kepada dua hal yatu perhatian dan pemikiran.

  • Ketaatan 

Sikap ketaatan itu mucul dari kesadaran qalbu dan jiwa. Yang merupakan bibit pertama yang harus dipupuk dalam jiwa dengan cara lembut dan perlahan. Dengan beigtu jiwa anak akan terbuka untuk siap menerima setiap pengarahan orang tua.

 

  • Kejujuran

Sifat jujur menjadi suatu akhlak yang paling dasar untuk membangun pribadi yang baik. Sifat jujur tidak bisa hanya jangka sehari – dua hari saja, tetapi dengan cara membina kejujuran sejak dini dengan cara terus menerus .

  • Amanah (Dapat dipercaya)

Bagaimanapun sikap berasal dari pengajaran orang tua, terkadang orang dewasa pun sulit melakukan sikap amanah entah itu kepada Allah, masyarakat maupun dirinya sendiri. Anak adalah seseorang yang masih suci, ada baiknya selalu anda ajarkan amanah dari mulai sederhana contohnya, dengan cara memberi pengertian untuk membedakan mana amanah dan mana hak. Misal, Anda memberikan uang jajan dan menitipkan uang tabungan kepada gurunya, apakah dia paham dengan apa yang Anda ajarkan?

  • Qana’ah (menerima yang diberikan Allah SWT) dan Ridha

Sifat Qana’ah adalah merasa syukur dengan apa yang dimiliki. Karena sikap qana’ah menjadi suatu yang berharga dan mahal. Orangtua harus menanamkan sifat qana’ah ini di kesehariannya, seperti memberi ajaran menghargai apa yang diberikan, dan bersyukur di setiap waktunya.

 

Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
POSISI ANAK DALAM AL QUR'AN

Ditulis oleh Ustdz Budi Ashari 5 Posisi Anak Bagi Orangtua dalam Al Quran Al Quran sebagai petunjuk jalan bagi setiap keluarga muslim. Bagi yang telah mempunyai keturunan. Ata

24/06/2021 10:18 - Oleh Administrator - Dilihat 527 kali
4 Tips Mendidik Anak supaya Tidak Manja, Mulailah Sedini Mungkin

  Endah Wijayanti 10 Jul 2019, 14:41 WIB Mendidik anak supaya tidak manja bisa dilakukan dengan berbagai macam cara. Apalagi karakter dan kepribadian setiap anak berbeda

24/06/2021 10:18 - Oleh Administrator - Dilihat 647 kali
Keajaiban Obrolan dan Pelukan untuk Meredakan Stres Anak

Endah Wijayanti 11 Mei 2019, 04:15 WIB   Anak-anak juga bisa merasakan stres. Seperti stres di sekolah, stres karena masalah teman-temannya, atau stres karena sesuatu yang ter

24/06/2021 10:18 - Oleh Administrator - Dilihat 563 kali
Cara Mendidik Anak Menurut Parenting Islami

Mungkin ada beribu-ribu cara untuk bisa mengajarkan anak menjadi perilaku yang baik, dan tak lepas dari pengawasan dan didikan orangtua. Diantaranya :   Buatlah Hati Anak Terhubun

24/06/2021 10:18 - Oleh Administrator - Dilihat 1078 kali